Anak Susah Makan

 Tips: Solusi untuk Mengatasi Anak Yang Susah Makan

Tips: Solusi untuk Mengatasi Anak
Yang Susah Makan

Bagaimana tips yang bisa menjadi solusi terbaik untuk mengatasi anak susah makan, sementara tubuh mereka masih memerlukan banyak asupan untuk proses pertumbuhan.


Untuk mengatasi masalah anak yang susah makan dibutuhkan solusi tepat, agar para orang tua mampu menghadapi hal yang paling sering dialami tersebut tanpa rasa kesal. Apalagi setiap makanan yang diminta oleh anak sendiri ternyata juga tidak membangkitkan selera mereka. Capek membujuk dan khawatir terhadap kebutuhan gizi anak tak tercukupi, bisa membuat ibu menjadi stress.

Semua ibu mengalami hal yang sama, saat sang buah hati masih dalam masa balita memang memerlukan asupan makanan dengan gizi yang sempurna untuk kebutuhan di masa pertumbuhannya. Selain itu kekurangan vitamin serta kebutuhan tubuh lainnya bisa membuat anak cenderung mudah terserang penyakit. Artinya, menambah lagi masalah untuk sang ibu.

Anda juga mengalami masalah ini ?

Wajar kalau sang ibu menjadi kebingungan ketika anak ogah-ogahan makan. Tetapi bagaimana pun juga masalah anak sulit makan ini harus segera diatasi. Jangan dibiarkan menjadi kebiasaan, apalagi bersikap masa bodoh yang didasari alasan “nanti kalau lapar kan minta makan”.  Jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut akan bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak, masalah terbesarnya justru bisa terjadi pada masa depannya nanti.

Apa dan bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi anak yang susah makan ?

Biasanya masalah ini dialami para ibu saat anak menginjak usia 6 tahun di saat memerlukan makanan padat sebagai pendamping ASI. Perhatikan menunya harus cukup bervariasi agar si kecil tidak cepat merasa bosan. Mulai dari bubur susu, sari buah, bubur sumsum dan variasi buah lain yang bertekstur lembut. Menu tersebut secara bertahap ditingkatkan ke makanan yang bertekstur lebih padat sesuai dengan tingkat usia dan kemampuan organ pencernaan anak.

Pada awalnya, anak akan tenang-tenang saja dan menikmati semua menu yang diberikan tanpa protes. Hingga pada suatu saat menjelang dimasukinya tahun pertama, anak menolak saat diganti dengan menu tertentu, biasanya anak mau makan jika diberikan menu kesukaannya. Memang, anak tidak susah makan untuk menu tertentu saja, tetapi tanpa variasi akan menyebabkan ketidakseimbangan gizi di masa tumbuhkembangnya.

 Tips untuk Mengatasi Anak Yang Susah Makan
Anak yang susah makan kadang-kadang karena menginginkan menu yang disukainya.

Masalah tersebut bisa disiasati dengan beragamnya menu untuk anak. Semakin kreatif menyusun beragam menu, akan semakin kecil kemungkinan anak cepat bosan. Jika bosan pada satu atau dua menu, masih tersisa banyak menu lain dengan kandungan vitamin yang beragam. Di usianya yang masih dini anak hanya mengenal ragam makanan yang diberikan ibunya. Ibu kreatif seharusnya memiliki “menu simpanan” untuk dikeluarkan guna mengantisipasi aksi mogok makan anak.

Pada usia sekitar 2 tahun, saat anak lebih banyak memiliki kegiatan fisik. Anak cenderung menyukai kegiatannya sehingga sering menjadi susah makan. Bahkan kadang untuk menyuapinya, ibu juga harus ikut lari kesana-kemari. Saat anak mulai memiliki kegiatan fisik, mereka sulit untuk makan dengan duduk manis.

Untuk mengatasi anak susah makan di usia tersebut, jangan targetkan anak harus makan menu utama. Jadi, kurangi porsi menu utamanya ke ukuran yang lebih kecil karena anak “tidak punya waktu” untuk menghabiskan makanannya. Tetapi sebagai gantinya di sela-sela waktu bermain sediakan makanan-makanan kecil pengganti yang sehat sebagai camilan anak. Ibu bisa merancang jenis camilan dengan kandungan yang setara untuk mengganti porsi kecil makanan utama.

Menu makanan utama atau camilan untuk anak hendaknya dirancang secara seimbang dari bahan 4 sehat 5 sempurna. Jangan tinggalkan unsur buah dan sayur, minat terhadap kedua jenis makanan ini hendaknya ditanamkan sejak dini karena di saat remaja anak akan menghadapi beragam makanan junkfood yang lebih enak untuk sesaat tetapi menyebabkan timbulnya penyakit di kemudian hari.

Menginjak usia 3 tahun, menu makanan anak sudah mirip dengan orang dewasa. Atur menu untuk sarapan pagi, makan siang dan makan malam berbeda-beda untuk memelihara selera makan anak. Sarapan pagi misalnya, terdiri roti, kentang, telur, dan minum segelas susu. Untuk menu makan siang terdiri dari nasi tim sayur dengan ikan, sedangkan makan malamnya nasi tim dengan sayur dan daging ayam.

Selalu sediakan buah-buahan setiap habis makan, untuk menyiasati agar merangsang selera anak, jangan suguhkan buah-buahan apa adanya. Tetapi modifikasi sehingga menjadi juice, es buah atau olahan lain sesuai musim. Kecuali beberapa buah-buahan yang lebih disukai untuk dikonsumsi langsung, misalnya anggur atau mangga.

Untuk selingan di antara waktu makan, pilihan paling baik adalah kue-kue kecil buatan sendiri. Jika terpaksa membeli, bersikaplah sangat selektif mengingat banyaknya produk dengan komposisi tidak bebas dari kimiawi sintetik yang bisa membahayakan anak. Apalagi di usia anak yang masih sangat rentan terhadap zat-zat asing. Selain itu jangan terlalu sering membelikan anak makanan yang manis seperti coklat atau permen karena bisa mngurangi nafsu makan.

Di usia anak mulai bersosialisasi dengan teman-teman sebaya di playgroup, penyebab anak susah makan menjadi semakin kompleks. Bisa saja anak merasa cemas akibat terpisah dengan ibunya membuat nafsu makannya hilang. Dalam kasus ini, tak ada menu pengganti yang efektif kecuali menemukan penyebab psikologis anak dan berusaha menghilangkan kecemasannya.

Saat masuk Taman Kanak-kanak, dimana antara anak dengan sang ibu biasanya terpisah lebih jauh, yakni di luar pagar sekolah, bisa membuat anak kembali mengalami kecemasan.  Gejala-gejala fisiologis dari kecemasan yang dialami anak bisa dengan mudah dilihat seperti gelisah, berkeringat dingin, berdebar-debar, susah tidur, dan sebagainya. Pada gilirannya, kondisi ini berpengaruh pada pola makan anak, termasuk membuat anak jadi susah makan.

Anak pada usia 4 tahun juga bisa mengalami depressi, penyebabnya yang paling banyak adalah sering digoda temen-temannya, diejek dan mengalami kekerasan dari teman-teman sebayanya. Solusinya adalah pastikan bahwa penyebabnya memang benar demikian, lalu konsultasikan kepada kepala sekolah atau guru untuk mencari penyelesaiannya.

Hingga usia 5 tahun masih sering terjadi anak susah makan, tetapi penyebabnya menjadi lebih kompleks. Pada usia ini peran orang tua tidak hanya membujuk anak untuk mau makan, tetapi juga bisa mengevaluasi lingkungan anak, perubahan perilaku dan pengaruh teman-teman sebaya terhadap kehidupan anak. Meskipun demikian ada hal-hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan orang tua terhadap anak terkait dengan masalah anak susah makan ini, terpenting di antaranya adalah :

 Tips untuk Mengatasi Anak Yang Susah Makan
Jangan sekali-sekali mengancam anak agar ia makan lebih banyak

Jangan sekali-sekali mengancam, menghukum atau menakut-nakuti anak agar ia makan lebih banyak. Kondisi ini akan menimbulkan trauma psikologis sehingga membuat anak merasa bahwa saat makan merupakan saat yang tidak menyenangkan.

Jangan membujuk anak untuk makan lebih banyak. Bujukan Anda dari waktu ke waktu akan selalu sama, sementara usia anak semakin berkembang dan semakin tahu bahwa ucapan Anda adalah sesuatu yang bohong. Hal ini akan mengurangi respek anak, akibatnya anjuran orang tua akan menjadi kurang efektif terhadap anak.

Jangan memberikan makanan pada anak tanpa memberi tahu apa makanan tersebut dan apa manfaatnya bagi kesehatan dan pertumbuhan badannya, tentu saja sesuai dengan pemahaman di tingkat usia anak. Sediakan makanan yang bervariasi untuk memelihara selera makan anak, ibu yang kurang peduli terhadap masalah ini akan cenderung memiliki anak yang susah makan.